Beberapa Valuasi Saham Terbaik untuk Trader

Beberapa Valuasi Saham Terbaik untuk Trader

Pada kesempatan ini SmartPeople.ID akan mengulas tentang Ahli Saham dengan judul artikel Beberapa Valuasi Saham Terbaik untuk Trader, yang ditulis oleh Adi Gunawan, pada hari Minggu, September 22, 2019

Keyword :

Artikel Terkait Ahli Saham Terbaru & Terlengkap
Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Panduan analisis Teknikal Saham untuk Pemula.

Saya banyak melihat trader-trader saham yg menggunakan valuasi harga saham sebagai dasar analisa untuk membeli saham. Valuasi harga saham yg sering dipakai untuk analisa (dan juga paling populer) adalah PER dan PBV. Valuasi saham bisa digunakan untuk melihat mahal murahnya suatu saham. Baca juga dan pahami konsep-konsep PER dan PBV disini : Price Book Value dan Price Earning Ratio
Valuasi Saham Terbaik untuk Trader
Kita semua tahu bahwa istilah 'valuasi saham' itu identik dan mengacu pada analisa fundamental (untuk investor, untuk mid-long term). Nah, kalau Anda trader saham, apakah Anda benar-benar membutuhkan analisa valuasi harga saham tsb? Untuk menjelaskan hal ini, Anda perlu memahami terlebih dahulu konsep harga murah dan mahal menurut analisis teknikal dan fundamental.

HARGA MAHAL: MURAH MENURUT PANDANGAN TRADER

Seorang trader membutuhkan analisis teknikal / grafik sebagai dasar untuk membeli saham. Artinya, Anda bisa menentukan suatu saham murah / sudah mahal, berdasarkan ANALISA TEKNIKAL. Baca juga : Ebook Saham Analisa Teknikal. Berdasarkan grafiknya, berdasarkan naik-turunnya harga saham, berdasarkan indikator.

HARGA MAHAL: MURAH MENURUT PANDANGAN FUNDAMENTALIST

Seorang fundamentalist (investor saham / trader jangka menengah) akan menganggap suatu saham mahal / murah berdasarkan indikator-indikator PER dan PBV (yg populer). Nah, PER dan PBV lebih berfokus pada kinerja fundamental perusahaan, walaupun kedua rasio ini memasukkan unsur harga saham dalam perhitunganny, tetapi PER dan PBV sama sekali nggak fokus pada analisa grafik. 

So let say ada saham yg harganya sudah naik dari 1.000 ke 2.000. Menurut analisis teknikal / grafik, bisa saja harga sahamnya udah ketinggian. Tapi ternyata menurut analisa fundamental PER / PBV, bisa jadi saham yg harganya sudah naik ini masih dianggap sangat murah. 

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa konsep harga saham murah-mahal menurut pandangan trader dan investor itu beda. Oleh karena itu, sering sekali trader-trader saham terjebak dalam analisa dan pertimbangan yg salah : 
  • Beli saham karena PER-nya sudah murah, ternyata sahamnya turun terus
  • Menghindari saham yg PBV-nya tinggi, ternyata sahamnya naik terus
  • Menganalisa valuasi saham, tapi lupa melihat chart 
  • Menghindari saham yg PER-nya tinggi, padahal grafiknya bagus 
Anda pernah mengalaminya? 

Trader saham jangka pendek, seperti intraday trader, swing trader, trader jangka 1 mingguan, sebenarnya nggak membutuhkan analisa valuasi saham seperti PER dan PBV, tapi Anda harus lebih fokus pada chart sahamnya. Karena analisa valuasi saham ini kegunaannya untuk jangka yg lebih panjang, bukan jangka pendek. Jadi wajar kalau ada saham yg PER-nya rendah, tapi harganya besok belum tentu naik.

Sebagai trader, fokus Anda bukan di valuasi saham, tapi di analisa grafik, dan juga sebaliknya jika Anda fundamentalist. Di satu sisi, valuasi saham bukan penentu utama saham bakalan naik dalam jangka panjang. Jadi kalau Anda menemukan saham yg PER-nya murah, cuma 1-2 kali atau bahkan dibawah 1 kali, bukan berarti saham tsb layak dibeli, disimpan dan pasti naik. 

Misalnya, kita ingat kasus AISA yg harga sahamnya jatuh. Anda bisa baca tulisan saya lagi disini: Belajar dari Kasus Saham AISA. Pada saat itu, banyak trader yg menyarankan beli AISA hanya karena PERnya sudah rendah, PBV-nya murah. Padahal baik secara analisis teknikal maupun kinerjanya, AISA sudah jelas bukan saham yg bagus untuk dibeli. Dan kita bisa lihat bagaimana saham AISA sekarang, yg sudah dinyatakan pailit. 

Trader saham banyak yg masih gampang terpengaruh untuk beli saham yg PER-nya murah dan menghindari saham yg PER-nya tinggi. Karena diluar sana banyak sekali trader yg pakai analisis-analisis valuasi saham untuk trading, maka akhirnya banyak juga trader pemula yg "nyantol" ikutan pakai analisa ini. 

Ujung-ujungnya, justru analisis-analisis tsb lebih banyak melesetnya, daripada benarnya. Jika Anda mau trading saham, Anda harus lebih fokus pada analisis teknikal, dan jangan ikutan dalam analisa yg salah, karena apa yg banyak dibicarakan banyak orang belum tentu benar.

Fokus seorang trader adalah: Mencari momentum. Hal ini didapatkan dari menganalisa grafik (teknikal). Fokus fundamentalist adalah: Mencari saham yg perusahaan dan harganya bagus. Hal ini bisa didapatkan salah satunya melalui valuasi harga saham.

Selain sebagai media informasi dan edukasi seputar analisis fundamental saham, kami juga berbagi cara melakukan analisis teknikal saham untuk pemula, Anda bisa mempelajarinya di artikel terkait dibawah ini


Tag : , ,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.
Portal Edukasi Bisnis dan Investasi Terlengkap. Selain Sebagai Media Informasi Finansial Terbaik di Indonesia, Melalui Konten Berkualitas dan Bermanfaat Kami Berkomitmen untuk Memandu Anda dalam Memulai Berbagai Bidang Bisnis.

Kategori Terpopuler

Terpopuler Hari Ini