Pemahaman Tentang Short Selling Saham di Indonesia
1xBit Indonesia 21 Okt

Pemahaman Tentang Short Selling Saham di Indonesia

Pada kesempatan ini Adi Gunawan akan mengulas tentang "Mekanisme Saham" dengan judul artikel "Pemahaman Tentang Short Selling Saham di Indonesia".

Keyword :

Artikel Terkait Mekanisme Saham Terbaru & Terlengkap
Ingin sukses dalam perdagangan / trading saham? Jangan lupa membaca ebook profit trading saham yang kami bagikan sebelumnya, di halaman > Ebook Sukses Trading Saham.pdf

Salah satu jenis transaksi saham yg pernah marak dan ramai diperbincangkan di pasar saham Indonesia maupun di dunia adalah transaksi short selling. Anda pasti pernah mendengar apa itu transaksi short selling.

Apa itu Short Selling Saham?

Omong-omong soal transaksi short selling, tahukah Anda apa itu short selling? Bagaimana mekanisme transaksi short selling? Dan mengapa transaksi short selling sekarang sudah tidak diperolehkan lagi oleh Bursa Efek Indonesia? Mari kita bahas bersama di artikel ini.

Short selling istilah Indonesia-nya adalah jual kosong. Apa maksudnya jual kosong? Short selling adalah transaksi saham yg dilakukan dgn cara menjual saham, tanpa membeli / memiliki sahamnya terlebih dahulu.

Karena trader belum memiliki barang ketika menjual, maka trader harus menebusnya, yaitu dgn cara membeli sahamnya ketika harganya turun. Dengan cara ini, trader akan mendapatkan keuntungan karena trader menjual saham di harga tinggi, dan menebus dgn cara membeli di harga rendah.
Tentang Short Selling Saham

Analogi Tentang Short Selling Saham

Kalau masih bingung, saya berikan ilustrasinya. Ali menjual saham AKKU di harga 90 sebanyak 100 lot. Artinya Ali mengeluarkan uang sebesar Rp900.000 (90 x 100 lembar x 100 lot).

Kemudian saat saham AKKu turun ke 80, Ali membelinya. Jadi Ali membeli saham AKKU dgn modal Rp800.000 ribu. Dengan cara ini, Ali mendapatkan keuntungan sebesar Rp100.000 (900.000 - 800.000).

Nah masalahnya short selling ini dilakukan dgn cara meminjam uang dari kantor sekuritas alias margin. Jika Anda belum tahu margin trading, silahkan baca artikel : Margin Trading Saham. Jadi ketika trader menjual saham yg belum dimiliki, trader harus mengembalikan pinjaman sekuritas ini dgn cara membelinya saat harganya nanti turun.

Apa Dampak dari Short Selling Saham?

Yang jadi persoalan, transaksi short selling berpotensi merugikan pasar saham, trader dan sekuritas. Barangkali Anda ingat saat tahun 2008, pasar saham kita sempat jatuh pada 2 minggu pertama di Bulan September 2008.

Pada penutupan perdagangan 1 September 2008, IHSG berada di level 2.164,62. Sampai dgn 15 September 2008, IHSG turun 400 poin menjadi 1.719,25. Akhirnya tanggal 30 September BEI mengumumkan menutup adanya transaksi short selling mulai tanggal 6 Oktober 2008.

Walaupun penyebab kejatuhan pasar saham kala itu bukan hanya dikarenakan short selling, namun short selling menjadi salah satu penyebab jatuhnya harga saham saat itu.

Jadi, kalau sekarang Anda mau coba transaksi short selling jangan berharap Anda bisa melakukannya lagi. Baca juga : Order yang Dilarang di Pasar Saham.

Kenapa Short Selling Saham Dilarang?

Ada 2 hal yang menyebabkan mengapa transaksi short selling tidak diperbolehkan lagi. Kedua alasan tersebut adalah :

1. Short selling menyebabkan force sell

Seperti yg katakan, short selling bisa dilakukan dgn cara meminjam uang dari kantor sekuritas alias ngutang. Nah pada short selling, trader berharap agar harga saham turun setelah melakukan jual kosong. Masalahnya, apakah harga saham nantinya benar-benar akan turun atau justru malah balik naik?

Kalau ternyata harga saham tidak turun setelah trader melakukan aksi jual, dan trader harus menebus harga sahamnya, trader akan rugi. Jadi trader harus menunggu harga saham turun agar bisa menebus dgn profit. Nah, kalau trader tidak menebus sampai batas waktu yg ditentukan, maka trader akan berpotensi terkena force sell.
Artikel terkait : Risk Management dalam Trading

2. Short selling berpotensi menyebabkan kejatuhan harga saham dan IHSG

Short selling yg dilakukan secara besar-besaran menyebabkan IHSG bisa jatuh dalam waktu cepat. Karena sesuai hukum permintaan dan penawaran, jika terjadi jual yg lebih daripada beli, maka harga akan turun. Nah, kalau aksi jual terjadi secara besar-besaran, Anda bisa baygkan sendiri kan apa yg terjadi?

Inilah salah satu yg menyebabkan harga saham jatuh secara drastis pada bulan September 2008. Aksi short selling ini tentu sangat merugikan trader-trader ritel. Inilah alasan mengapa short selling sudah tidak diperbolehkan lagi.

Itulah pengertian dan contoh kasus short sell yg pernah terjadi di pasar saham Indonesia. Selain berbagi informasi dan edukasi saham, kami juga berbagi ulasan berbagai sekuritas saham terbaik saat ini di indonesia, anda bisa membacanya di artikel terkait dibawah ini :

Tag : ,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.

Kategori Terpopuler

Artikel Terpopuler


Berlangganan Artikel

· Agar Mendapatkan Notifikasi Terbaru
· Masukkan E-mail & Klik Berlangganan
· Selanjutnya Cek E-mail Untuk Verifikasi

Install Web App SmartPeople.ID

· Buka SmartPeople.ID di Chrome/Opera
· Klik Ikon 3 Titikdi Browser
· Pilih "Tambahkan ke Layar Utama"
· App Akan Ditambah di Menu Utama