Kapan Sebaiknya Investor Saham Menjual Sahamnya?
1xBit Indonesia 21 Okt

Kapan Sebaiknya Investor Saham Menjual Sahamnya?

Pada kesempatan ini SmartPeople.ID akan mengulas tentang Ahli Saham dengan judul artikel Kapan Sebaiknya Investor Saham Menjual Sahamnya?, yang ditulis oleh Adi Gunawan, pada hari Jumat, September 20, 2019

Keyword :

Artikel Terkait Ahli Saham Terbaru & Terlengkap
Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Panduan analisis Teknikal Saham untuk Pemula.

Ada seorang trader yg bertanya ke saya: Pak, kalau dasarnya analisa fundamentalnya bagaimana ya? Kapan sebaiknya menjual saham? Apakah jual di harga target tertentu? Well, bagaimana untuk investor?

Kalau Anda seorang investor saham, kapan sebaiknya Anda menjual saham? Apakah harus jual saham Anda minimal 1 tahun? Apa harus hold saham terus dalam jangka waktu yg sangat puanjaanngg seperti Warren Buffet? 
Hal Penting Sebelum Menjual Saham

2 Hal Penting Sebelum Menjual Saham

Kapan (time frame) dan di harga berapa sebaiknya Anda menjual saham Anda, jika Anda adalah seorang investor jangka panjang? Untuk investor saham, ada dua hal utama yg harus Anda perhatikan kalau Anda mau menjual saham, yaitu:   

1. Valuasi saham 

Investor saham hendaknya menjual saham ketika valuasi sahamnya sudah mahal / tinggi. Valuasi saham bisa Anda ukur menggunakan analisa PER dan PBV. Kalau Anda belum tahu cara bacanya, Anda bisa baca pos saya disini : Price Earning Ratio dan Price Book Value

PER dikatakan tinggi kalau PER tsb berada diatas rata-rata industri. Itu artinya valuasi saham sudah mahal. Jadi dalam hal ini, walapun Anda investor saham yg sifatnya lebih pasif dari trader, sesekali Anda memang harus cek dan menganalisa valuasi saham Anda. Jadi kalau saham Anda sudah naik sangat tinggi selama berbulan-bulan dari hari beli Anda, dan Anda melihat valuasi saham Anda sudah mahal, Anda bisa mempertimbangkan untuk jual saham Anda. 

Terkait apakah harus jual sebagian atau seluruhnya itu terserah Anda. Tapi kalau Anda merasa valuasi sudah mahal, ada baiknya Anda realisasi semua profit Anda, dan pilih saham-saham lain yg valuasi masih murah dan fundamentalnya bagus. 

Catatan dari saya, walaupun valuasi saham mahal, memang bukan jaminan bahwa saham tsb nggak akan naik lagi. Terkadang kita menemukan saham-saham yg valuasinya mahal tapi harga masih bisa naik. Biasanya kita temukan ini di saham-saham blue chip sekelas UNVR, BBRI. Karena saham-saham tsb peminatnya banyak, jadi saham-saham blue chip ini terkadang harganya bisa naik terus walaupun valuasinya sudah mahal. Tapi suka nggak suka, saham-saham yg valuasinya sudah tinggi banget, cepat atau lama bakalan koreksi. 

Nah analisa (mahal murahnya) valuasi saham ini biasanya sangat efektif diterapkan pada saham-saham growth company yg valuasinya masih sangat murah. Saham-saham yg kinerjanya lagi booming ini umumnya saham akan naik cepat dalam beberapa bulan sampai setahunan, namun saat valuasinya sudah mahal, saham-saham ini bakalan stagnan, bahkan akan turun dgn cepat. Saya juga sudah pernah menginvestasikan beberapa saham seperti KBLI, PPRO dan lain-lain. Anda bisa baca-baca tulisan saya disini : Saham Prospek Jangka Panjang. Saya jual saham-saham tsb karena valuasinya sudah mahal.

Walaupun setelah saya jual, sahamnya masih naik, tapi nggak lama kemudian saat valuasi saham sudah tinggi, sahamnya nggak bisa naik setinggi saat valuasinya masih murah. 

2. Fundamental perusahaan 

Sebagai investor, Anda bisa menjual saham kalau fundamental perusahaannya sudah nggak sebagus dulu lagi. Misalnya, kinerja perusahaan sudah stagnan (pertumbuhan tidak sebagus dulu). Atau perusahaan tiba-tiba mengalami kondisi force majeur seperti kebakaran, bencana alam yg menyebabkan kondisi fundamental berubah.

JANGKA WAKTU JUAL SAHAM UNTUK INVESTOR 

Pertanyaan selanjutnya yg nggak kalah penting adalah: Jadi harus berapa lama jangka waktu ideal investor untuk jual saham? Investor (jangka panjang) umumnya akan menginvestasikan duitnya di saham dgn jangka waktu minimal 1 tahun.

Tetapi dalam praktikknya, dunia saham nggak se-hitam putih itu. Seringkali terjadi ketika kita beli saham untuk investasi (dan rencananya di-hold untuk setahun lebih), ternyata harga saham sudah naik tinggi sebelum 1 tahun, katakanlah saham udah naik tinggi selama 8 bulan, dan valuasinya sudah mahal. Maka, kalau Anda mempertimbangkan bahwa saham tsb udah bakalan mau turun / stagnan, nggak ada salahnya juga Anda jual saham Anda sebelum satu tahun.

Demikian juga kalau setelah Anda investasi, saham Anda sudah naik selama 3 bulan, dan ternyata kondis fundamental perusahaan sudah menurun kinerjanya, maka boleh-boleh saja Anda jual sahamnya. Namun sebaliknya, jika saham-saham yg Anda miliki tsb fundamental masih bagus, valuasi masih murah selama lebih dari setahun, Anda bisa hold lebih lama.

Buat analisis fundamental ini, Anda nggak perlu terlalu menetapkan target mau jual saham di harga berapa. Hal ini mungkin berbeda dgn trader saham, di mana kalau Anda trader, saya selalu menyarankan untuk menetapkan target jual setelah Anda beli sahamya.

Intinya, sebagai investor Anda menjual saham kalau terjadi dua kondisi yg saya sebutkan tadi. Atau Anda bisa menjual saham kalau Anda merasa profit Anda sudah cukup besar, dan Anda menemukan "mutiara terpendam" lain yg sudah Anda incar.

Selain sebagai media informasi dan edukasi seputar analisis fundamental saham, kami juga berbagi cara melakukan analisis teknikal saham untuk pemula, Anda bisa mempelajarinya di artikel terkait dibawah ini


Tag : , ,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.

Kategori Terpopuler

Artikel Terpopuler


Berlangganan Artikel

· Agar Mendapatkan Notifikasi Terbaru
· Masukkan E-mail & Klik Berlangganan
· Selanjutnya Cek E-mail Untuk Verifikasi

Install Web App SmartPeople.ID

· Buka SmartPeople.ID di Chrome/Opera
· Klik Ikon 3 Titikdi Browser
· Pilih "Tambahkan ke Layar Utama"
· App Akan Ditambah di Menu Utama