Pemahaman Tentang Goodwill dan Cara Menghitung Goodwill

Pemahaman Tentang Goodwill dan Cara Menghitung Goodwill

Pada kesempatan ini SmartPeople.ID akan mengulas tentang Ahli Saham dengan judul artikel Pemahaman Tentang Goodwill dan Cara Menghitung Goodwill, yang ditulis oleh Adi Gunawan, pada hari Sabtu, September 21, 2019

Keyword :

Artikel Terkait Ahli Saham Terbaru & Terlengkap
Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Panduan analisis Teknikal Saham untuk Pemula.

Pada saat menganalisa laporan keuangan khususnya pada laporan neraca pada aset tidak lancar, terkadang Anda akan menemukan akun GOODWILL pada akun aset tidak berwujud. Apa itu sebenarnya goodwill dan bagaimana cara menghitung goodwill? Di web ini kita akan membahasnya. Kita mulai apa itu goodwill? 
Tentang Goodwill

Apa itu Goodwill?

Goodwill kalau kita terjemahkan, good = baik, will = akan. Berarti dalam Bahasa Indonesia adalah 'akan baik'. Tapi bukan itu terjemahannya secara langsung. Untuk mempermudah, mari kita bahas.

Pengertian goodwill adalah aset tidak berwujud yg terdapat pada laporan neraca perusahaan, yg muncul pada saat terjadi akusisi dalam suatu perusahaan terhadap perusahaan lainnya.

Jadi ingat bahwa goodwill hanya akan terjadi ketika ada pembelian / pembayaran atas nilai akusisi dari perusahaan lain. Dengan syarat harga pembayaran aset akuisisi lebih besar daripada nilai bukunya. Selisihnya ini dinamakan dgn goodwill.

Sebaliknya kalau harga pembayaran aset lebih kecil dari nilai akusisi, maka dinamakan dgn badwill.
Goodwill terjadi ketika terdapat pembayaran atas pembelian perusahaan lain (akuisisi) pada harga diatas harga pasar aset bersih.

Contoh & Cara Menghitung Goodwill

Dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa goodwill merupakan aset tidak berwujud yg terjadi ketika perusahaan membayar harga akuisisi perusahaan lain diatas harga pasr aset bersihnya.

Untuk lebih jelasnya, kita akan masuk ke contoh cara menghitung goodwill. Jadi misalnya perusahaan ABCD ingin membeli perusahaaan XYZ karena perusahaan ABCD ingin melakukan ekspansi usaha.

Perusahaan XYZ memiliki total aset senilai Rp2.000, total liabilitas sebesar Rp900 dan total ekuitas sebesar Rp1.100. Perusahaan XYZ menawarkan harga jual kepada perusahaan ABCD di harga Rp2.000.

Namun setelah kedua perusahaan negosiasi, akhirnya kedua perusahaan sepakat dan perusahaan ABCD bisa menjual perusahaan XYZ senilai Rp1.700. Sehingga cara menghitung goodwill adalah sebagai berikut:

Harga beli = Rp1.700.
Aset total = Rp2.000
Net aset = Rp1.100

Net aset didapatkan dari aset total - liabilitas. Perhitungannya: Rp2.000 - Rp900 = Rp1.100. Dengan kata lain net aset sama dgn total ekuitas.

Karena perusahaan XYZ memiliki net asset sebesar Rp1.100 dan dibeli oleh perusahaan ABCD pada harga Rp1.700 maka terdapat goodwill pada perusahaan ABCD sebesar Rp600 (Rp1.700 - Rp1.100). Perusahaan ABCD akan mencatat goodwill sebagai berikut:

Aset (D) ............................ Rp2.000
Goodwill (D) .................... Rp600
Kas (K) ....................................... Rp1.700
Liabilitas (K) .............................. Rp900

Selisig Rp600 ini disebut sebagai goodwill karena walaupun harga beli lebih tinggi daripada harga aset bersihnya, perusahaan akan mendapatkan manfaat yg besar di masa mendatang dari hasil akuisisinya tsb.

Goodwill hanya akan timbul di laporan neraca perusahaan (aset tidak berwujud) apabila perusahaan melakukan akuisisi dgn membeli perusahaan lain diatas harga wajar aset bersihnya.

Amortisasi Goodwill

Goodwill juga perlu dilakukan amortisasi. Amortisasi sendiri merupakan istilah penyusutan. Namun amortisasi digunakan untuk istilah penyusutan aset tidak berwujud. Berikut adalah jurnal amortisasi goodwill :

Amortisasi goodwill .......................... Rpxx
Akumulasi amortisasi goodwill ......... Rpxx

Amortisasi goodwill dilakukan setiap tahun dan jumlahnya dibagi dgn seberapa banyak jumlah tahun yg diamortisasikan berdasarkan kebijakan manajemen perusahaan. Sebagai contoh, diatas tadi contoh goodwill adalah Rp600, dan manajemen perusahaan mengamortisasi goodwill selama 5 tahun, maka amortisasi goodwill per tahun adalah Rp600 / 5 = Rp120.

Penghapusan Goodwill

Apabila goodwill dirasakan sudah tidak memberikan manfaat bagi perusahaan, maka perusahaan bisa menghapus goodwill tsb. Penghapusan goodwill jurnalnya sebagai berikut :

Amortisasi goodwill .......................... Rpxx
Akumulasi amortisasi goodwill ......... Rpxx

Itulah pengertian goodwill dan contoh cara menghitung goodwill. Semoga dgn adanya pos ini, Anda bisa lebih memahami tentang goodwill.

Jika Anda menemukan goodwill pada laporan keuangan, maka itulah pengertian dan penjelasan goodwill. Nilai goodwill yg muncul di laporan keuangan umumnya nggak akan berpengaruh banyak terhadap fundamental perusahaan.

Jadi kalau Anda adalah seorang investor saham dan Anda menemukan nilai goodwill pada aset tetap tidak berwujud di laporan neraca, maka goodwill ini nggak perlu terlalu banyak Anda analisa. Yang paling penting dalam analisa laporan neraca khususnya aset adalah aset lancar dan aset tidak tetap itu sendiri.

Selain sebagai media informasi dan edukasi seputar analisis fundamental saham, kami juga berbagi cara melakukan analisis teknikal saham untuk pemula, Anda bisa mempelajarinya di artikel terkait dibawah ini


Tag : , ,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.
Portal Edukasi Bisnis dan Investasi Terlengkap. Selain Sebagai Media Informasi Finansial Terbaik di Indonesia, Melalui Konten Berkualitas dan Bermanfaat Kami Berkomitmen untuk Memandu Anda dalam Memulai Berbagai Bidang Bisnis.

Kategori Terpopuler

Terpopuler Hari Ini