Saham LPPF Anjlok - Fundamental Saham

Saham LPPF Anjlok - Fundamental Saham

Pada kesempatan ini SmartPeople.ID akan mengulas tentang dengan judul artikel Saham LPPF Anjlok - Fundamental Saham. Ditulis oleh Adi Gunawan, Senin, September 30, 2019.

Keyword :

Artikel Terkait Ahli Saham Terbaru & Terlengkap
Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Panduan analisis Teknikal Saham untuk Pemula.

Saham PT Matahari Departement Store (LPPF) yg merupakan salah satu Lippo Group, bergerak di bidang bisnis gerai ritel mengalami penurunan laba bersih yg cukup signifikan, yaitu sebesar -42%. Karena penurunan laba bersih yg signifikan, harga sahamnya pun langsung anjlok sebesar 22% hanya dalam sehari. Besoknya, LPPF masih turun terus sebesar 15%. 

Bisnis ritel Matahari  ini sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia. Nah,  anjloknya saham LPPF ini kemudian menjadi perbincangan trader dan investor, terutama pebisnis saham yg sudah punya saham LPPF ini atau bahkan yg baru beli LPPF sebelum harganya turun drastis. 
Saham LPPF Anjlok
Apakah sebaiknya LPPF ini hold atau cut loss saja? Well, sebelum saya memutuskan menulis pos ini, saya sudah beberapa kali ditanya rekan-rekan trader / investor tentang eksekusi LPPF tsb. Saat LPPF sudah mulai turun, saya sudah mengajurkan untuk jual dulu LPPF ini, karena saya juga melihat ada banyak peluang di saham-saham lain yg harganya masih terdiskon. Dan mungkin mayoritas trader sudah sigap lebih dulu melakukan eksekusi cut loss. 

Yang jadi persoalan selanjutnya, apakah LPPF ini masih layak dibeli lagi atau tidak? Apakah fundamental LPPF masih bisa membaik lagi? Sebelum kita bahas bersama tentang LPPF ini, ada baiknya Anda perhatikan laporan keuangan audited (laba rugi komprehensif) LPPF dibawah ini:

Laporan keuangan lengkap LPPF bisa Anda download disini : Laporan Keuangan LPPF Audited

Anda bisa lihat laba bersih (Laba tahun berjalan yg paling bawah sendiri), di mana laba LPPF tahun 2017 adalah 1,9 triliun, sedangkan tahun 2018 labanya turun menjadi 1,09 triliun. Penurunan labanya sekitar -42%. Sebenarnya LPPF masih mampu mencetak kenaikan penjualan. Karena tahun 2017 penjualannya adalah sebesar Rp 10,023 triliun dan tahun 2018 naik menjadi Rp 10,245 triliun. Kenaikan omzetnya adalah sekitar 2%. 

Beban pokok pendapatan pun juga meningkat seiring dgn kenaikan omzet-nya yaitu kurang lebih 2%. Sedangkan beban usaha LPPF juga meningkat hanya sebesar kurang lebih 5%. Artinya kalau kita melihat dari sisi operasionalnya, sebenarnya tidak ada masalah dgn LPPF. Meskipun omzet LPPF ini naiknya sangat tipis, tetapi kenaikan beban operasional (beban pokok penjualan dan beban umum) masih mengikuti, kurang lebih sama dgn kenaikan omzetnya.  

Beda cerita kalau omzet LPPF naik 2% misalnya, tapi beban pokok penjualannya naik sampai 8%. Nah, ini bisa menandakan kalau LPPF benar-benar bermasalah dari sisi operasionalnya. Oleh karena itu, kalau Anda perhatikan laba kotornya, LPPF pun masih bisa mencetak kenaikan laba kotor dari 6,2 triliun menjadi 6,3 triliun. 

Nah, ketika saham LPPF anjlok karena ada berita laba bersih turun 42%, banyak yg mulai spekulasi mengatakan bahwa beban operasional LPPF naik tinggi. Ada yg mengatakan omzet turun dan sebagainya. Padahal penurunan laba LPPF bukan berasal dari operasionalnya secara murni.  

Lantas kenapa laba bersih LPPF turun sampai 42%? 

Well, jawabannya karena adanya kenaikan beban lain-lain yg tinggi, lebih tepatnya pada akun 'Kerugian atas Penurunan Nilai Investasi pada Instrumen Ekuitas'. Pada tahun 2017, perusahaan tidak mencatatkan nilai apapun pada akun ini. Namun pada tahun berikutnya, LPPF tiba-tiba mencatatkan kerugian sebesar Rp769 miliar. Inilah yg kemudian menggerus laba bersih LPPF. Harusnya kalau nilai ini tidak terjadi di tahun 2018, maka laba bersih LPPF bakalan naik dibanding tahun sebelumnya. Anda mungkin bertanya-tanya: "Pak Heze, apa itu Kerugian atas Penurunan Nilai Investasi pada Instrumen Ekuitas di laporan laba rugi LPPF?"

Anda bisa lihat pada Catatan Atas Laporan Keuangannya. Berikut penjelasannya: 
Intinya, kerugian LPPF ini dikarenakan investasi yg ditempatkan LPPF pada PT Global Ecommerce Indonesia (GEI) ini mengalami kerugian, sehingga LPPF melakukan penyesuaian terhadap nilai investasinya, dan didapatkanlah angka kerugian sebesar Rp769 miliar itu tadi. 

GEI sendiri adalah perusahaan Ecommerce, yg sahamnya diakuisisi oleh LPPF sebesar 10%. Tujuannya adalah untuk memperluas jaringan bisnis LPPF di bidang Ecommerce (fashion, pakaian dan lain-lain yg juga merupakan sektor ritel yg digeluti LPPF saat ini). 

Sejak munculnya toko-toko online inilah menyebabkan omzet LPPF sulit berkembang dari waktu ke waktu, sehingga LPPF memutuskan untuk mengakuisisi GEI tsb untuk mengembangkan kerja sama Ecommerce. Tapi saygnya kinerja GEI sendiri belumlah memuaskan, sehingga justru hal ini menjadi pemberat laba bersih konsolidasi LPPF. 

Sebenarnya bisa saja LPPF melepas investasinya di GEI (dgn catatan kalau ternyata di tahun-tahun berikutnya GEI masih belum profit), sehingga LPPF tidak mencatat kerugian nilai investasi lagi, dan kemungkinan besar laba bisa terdongrak lagi. Tapi inikan kembali lagi tergantung dari kebijakan manajemen LPPF. Dan sampai saat ini, seperti yg Anda ketahui juga, LPPF dan banyak 'pemain lama' di bisnis sektor ritel tergerus oleh keberadaan inovasi toko online. 

Nah jika LPPF tidak segera berbenah, melakukan inovasi, tidak 'mengembangkan sayap baru', maka bukan tidak mungkin omzet-nya di tahun-tahun berikutnya bisa turun (sekarang omzet LPPF masih bisa naik, tapi kenaikannya pun sangat tipis). Mengacu pada persaingan bisnis dan fundamental LPPF, kita harus melihat dulu bagaimana LPPF kedepan, terutama dalam hal inovasi LPPF untuk mendongrak kinerjanya. 

Anda tentu ingat bagaimana saham-saham di sektor transportasi khususnya taksi konvensional yaitu BIRD dan TAXI yg harga sahamnya terus jatuh karena persaingan dari bisnis taksi online. 

Untungnya manajemen BIRD sigap dgn perkembangan teknologi, dan juga menyediakan layanan lewat aplikasi, sehingga paling tidak bisa mendongrak kembali laba perusahaan. Sedangkan TAXI masih tertinggal dgn layanan konvensional dan manajamen yg kurang baik, sehingga sahamnya pun juga sulit untuk naik lagi. 

Jika LPPF bisa menyesuaikan bisnisnya dgn generasi milenial saat ini, maka paling tidak saham LPPF masih bisa bergerak di masa-masa mendatang, alias tidak turun dan turun terus. Jadi menurut saya, keputusan Anda sekarang untuk jual LPPF terlebih dahulu ini sudah benar. Anda bisa alihkan dulu ke saham-saham lain yg lebih potensial yg harganya masih murah. 

Anda yg sudah exit lebih awal, dari sisi psikologis Anda juga pasti lebih tenang karena LPPF ini masih turun terus, dan turunnya juga belasan persen. Dari sejak lama, saham LPPF ini juga dipermainkan terus sama bandar. Plus, tren LPPF ini juga cenderung turun dan tidak pasti (downtrend) selama bertahun-tahun. Dulu LPPF harga sahamnya sempat di 17.000-an, tapi sekarang sudah turun dibawah 4.000.

Tapi kalau Anda masih hold saham ini, dan belum sempat 'exit' dari LPPF saat LPPF koreksi besar, maka ya sudah mau tidak mau Anda menunggu saja saham ini dinaikkan bandar lagi, karena pasti ada kemungkinan saham LPPF ini akan dinaikkan, walaupun mungkin tidak ke harga semula. 

Sisi positifnya, LPPF ini termasuk salah satu emiten yg rajin bagi dividen, dgn nilai dividend per share (DPS) yg cukup besar.

Fyi, penulis sendiri sudah lama menghindari trading maupun invest di saham-saham Lippo Group ini, setelah beberapa tahun lalu saya coba analisa pergerakan saham-saham Lippo Group ini ternyata pola pergerakannya sama semua, yaitu cenderung turun dalam jangka panjang. Dari sini juga, kita semua bisa menjadikan saham LPPF ini sebagai pembelajaran dan evaluasi bersama. Kalau ada saham yg dari sisi teknikalnya saja sudah acak adut pergerakannya. Di satu sisi, omzetnya juga tidak sebagus dulu, maka sebaiknya hindari saja emiten-emiten seperti itu. Toh, banyak juga emiten-emiten lain yg pergerakan teknikal maupun kinerjanya layak buat bisnis saham.

Selain sebagai media informasi dan edukasi seputar analisis fundamental saham, kami juga berbagi cara melakukan analisis teknikal saham untuk pemula, Anda bisa mempelajarinya di artikel terkait dibawah ini


Tag : Ahli Saham, Analisa Fundamental Saham,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.
Tentang SmartPeople.ID Portal Edukasi Bisnis dan Investasi Terlengkap. Selain Sebagai Media Informasi Finansial Terbaik di Indonesia, Melalui Konten Berkualitas dan Bermanfaat Kami Berkomitmen untuk Memandu Anda dalam Memulai Berbagai Bidang Bisnis.

Kategori Terpopuler

Terpopuler Hari Ini