Pentingnya Analisis Teknikal Saham Berdasarkan Tipe Investor

Pentingnya Analisis Teknikal Saham Berdasarkan Tipe Investor

Pada kesempatan ini SmartPeople.ID akan mengulas tentang Ahli Saham dengan judul artikel Pentingnya Analisis Teknikal Saham Berdasarkan Tipe Investor, yang ditulis oleh Adi Gunawan, pada hari Selasa, September 17, 2019

Keyword :

Artikel Terkait Ahli Saham Terbaru & Terlengkap
Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Panduan analisis Teknikal Saham untuk Pemula.

Kita sudah membahas tentang pentingnya analisa fundamental untuk seorang trader. Kita semua menyimpulkan bahwa analisa fundamental sangat penting untuk trader. Sebaliknya, apakah seorang investor juga perlu memahami analisis teknikal? Saya sendiri sering mendapat pertanyaan dari rekan-rekan: Apakah kita sebagai seorang investor perlu melihat analisis teknikal sebelum memutuskan beli dan jual saham? Karena saya juga investasi di beberapa saham tertentu, saya bisa menyimpulkan bahwa investor tetap membutuhkan analisis teknikal.
Analisis Teknikal Saham Berdasarkan Tipe

Analisis Teknikal Saham Berdasarkan Investor

Sebenarnya investor saham itu ada beberapa tipe. Dan setiap tipe investor memiliki kebutuhan analisis teknikal dgn porsi yg berbeda. Mari kita bahas..

1. Value investing 

Ada sebagian investor yg mencari saham-saham berfundamental bagus, valuasi sahamnya masih murah, dan perusahaannya punya prospek yg bagus, namun sahamnya masih belum banyak dilirik oleh investor. Dengan kata lain, Anda mencari "harta terpendam", di mana ketika fundamental mulai menonjol, kinerja perusahaan mulai diketahui publik, maka di saat itulah sahamnya akan naik sangat tinggi dalam waktu 1-2 tahunan.  

Kebanyakan saham-saham yg harganya masih belum bergerak, belum banyak diincar orang tapi punya prospek yg bagus, tentu saja grafik saham nggak akan bisa Anda jadikan acuan, karena grafiknya belum membentuk pola-pola tertentu.

Bahkan banyak saham-saham growth company yg tidak terlalu likuid dan sahamnya masih "tidur" alias belum bergerak. Itu artinya, seorang value investing yg mengincar saham growth company ini harus berfokus total pada analisa fundamental, yaitu analisa laporan keuangan, kinerja, GCG, valuasi saham (PER, PBV), ROE dan lain-lain.

Lagian, indikator-indikator trading saham seperti stochastic, pola candlestick, RSI, MACD, Williams %R tidaklah dibutuhkan untuk seorang investor. Hal ini karena indikator-indikator tsb khusus didesain untuk seorang trader jangka pendek.

Lalu kapan Anda menjual saham? Anda menjual saham jika valuasi saham sudah mahal (PER maupun PBV) dan kinerja perusahaan sudah tidak sebagus dulu lagi. Saya pernah membahasnya disini : Kapan Sebaiknya Menjual Saham?

Maka disitulah saham akan rawan turun. Jadi untuk seorang value investing, analisis teknikal ini memang hampir nggak diperlukan, karena indikator beli dan jual saham Anda hanya mengacu pada: Kinerja perusahaan dan valuasi saham (murah atau sudah mahal).

Saya sendiri menggunakan analisis teknikal untuk value investing, hanya untuk memantau ketika PER saham sudah mulai mahal, dan diikuti dgn saham yg naik tinggi. Maka disitu saya melihat chart-chart pattern yg terbentuk pada harga puncaknya, khususnya chart pattern yg menunjukkan apakah saham tsb bakalan turun / koreksi.

Karena kalau PER saham sudah mahal dan chart / grafik teknikal juga sudah sangat tinggi, maka saham tsb biasanya sudah rawan untuk turun, bahkan banyak saham-saham seperti ini yg turun terus secara berangsur.

Contohnya, saya pernah investasi di PPRO, KBLI dan lain-lain. Di mana saat PER-nya sudah overvalued dan harga sahamnya (di chart) sudah setinggi langit, maka disitulah saya sudah harus melepas saham saya.

2. Investor pengincar saham-saham murah

Tipe investor kedua ini juga banyak sering Anda temukan, yaitu investor yg mengincar saham-saham yg punya kinerja bagus (seperti saham blue chip), namun valuasi sahamnya masih murah.

Tipe investor ini tidak mengincar "harta terpendam", namun mengincar saham-saham yg sudah mapan, likuid, namun sahamnya lagi undervalue. Yup, saham-saham seperti ini biasanya punya potensi naik dalam beberapa bulan kedepan. Penulis sendiri paling sering menerapkan strategi mengincar saham-saham murah tsb untuk disimpan beberapa bulan. Penulis pernah mid term trading di BBRI, BBNI saat sahamnya sudah undervalue.

Anda perlu mencari saham-saham blue chip atau lapis dua yg likuid, kinerjanya bagus dan sahamnya undervalue serta punya ROE yg tinggi (diatas 15 kali tiap tahun). Sedangkan untuk analisis teknikal, Anda juga perlu melihat apakah saham sudah turun / berada di harga bottom.

Dalam hal ini, Anda juga perlu melihat terutama: ANALISA TREN (Lihat tren minimal 6 bulan, 1 tahun dan tren 3 tahun) untuk melihat harga-harga bottom yg terbentuk sebagai acuan. Analisa tren saham saya bahas praktik-praktiknya disini : Buku Saham.

Biasanya saya juga melihat indikator analisis teknikal jangka panjang, seperti Moving Average (MA) 200 atau MA300. MA200 adalah MA saham selama satu tahun. Penggunaan dan praktik lengkap indikator Moving Average (MA) juga sudah saya bahas di ebook yg saya bagikan disini : Buku Trading Saham

Prinsipnya, untuk investor tipe pencari saham-saham blue chip / lapis dua yg undervalue ini, semakin murah sahamnya (secara fundamental), dan semakin turun grafiknya (melalui analisa tren), maka saham-saham tsb punya potensi naik yg besar, biasanya Anda bisa hold saham-saham seperti ini minimal 3 bulan.

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya, seorang investor tetap perlu analisis teknikal, walaupun peran analisis teknikal untuk investor ini tidak banyak. Boleh saya katakan sangat terbatas. 

Karena untuk investor, Anda hanya perlu melihat analisa tren jangka panjang saham tsb (untuk melihat titik-titik bottom suatu saham dan sebagai acuan harga beli juga), dan melihat MA jangka panjang (200 atau 300). 

Sedangkan untuk indikator2 seperti RSI, MACD, memang tidak dibutuhkan oleh investor jangka panjang. Demikian juga candlestick seperti doji, hammer, analisa bid-offer, tidak diperlukan oleh investor. Hal ini karena seperti yg saya tuliskan tadi bahwa indikator tsb didesain untuk trader jangka pendek, bukan investor. 

Catatan: Apa yg saya tulis diatas ini bukan berdasarkan text book, namun pengalaman penulis pribadi. Pengalaman bisnis saham setiap Anda bisa berbeda dgn dgn saya.

Anda tidak harus meniru strategi saya. Anda bisa mengadopsi, atau menjadikan pengalaman saya ini sebagai acuan analisa Anda.

Selain sebagai media informasi dan edukasi seputar analisis fundamental saham, kami juga berbagi cara melakukan analisis teknikal saham untuk pemula, Anda bisa mempelajarinya di artikel terkait dibawah ini


Tag : , , ,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.
Portal Edukasi Bisnis dan Investasi Terlengkap. Selain Sebagai Media Informasi Finansial Terbaik di Indonesia, Melalui Konten Berkualitas dan Bermanfaat Kami Berkomitmen untuk Memandu Anda dalam Memulai Berbagai Bidang Bisnis.

Kategori Terpopuler

Terpopuler Hari Ini