Market Turun: Pilih Mana, Beli Banyak Saham / Punya Banyak Cash?
1xBit Indonesia 21 Okt

Market Turun: Pilih Mana, Beli Banyak Saham / Punya Banyak Cash?

Pada kesempatan ini Adi Gunawan akan mengulas tentang "Manajemen Modal Saham" dengan judul artikel "Market Turun: Pilih Mana, Beli Banyak Saham / Punya Banyak Cash?".

Keyword :

Artikel Terkait Manajemen Modal Saham Terbaru & Terlengkap
Ingin sukses dalam perdagangan / trading saham? Jangan lupa membaca ebook profit trading saham yang kami bagikan sebelumnya, di halaman > Ebook Sukses Trading Saham.pdf.

Pada saat harga saham pada naik tinggi, Anda yg memiliki saham kemungkinan besar saham Anda naik. Anda senang, Anda untung. Anda tidak ragu untuk membelanjakan duit Anda di saham. Anda punya peluang yg besar untuk mendapatkan profit. Tapi bagaimana kalau hal sebaliknya yg terjadi? IHSG sedang turun. Banyak saham yg merah. Saham-saham Andalan yg Anda biasanya super power, kini harganya terjun bebas.

Suka tidak suka, Anda pasti akan menghadapi kondisi market seperti ini. Yap, karena tidak mungkin harga saham terus naik tanpa turun. Biasanya saham-saham yg naik tinggi, akan ada koreksi besar (aksi jual / profit taking). Namun bisa jadi, market turun bukan karena koreksi sehat, tetapi karena ada berita-berita negatif, sehingga IHSG turun tidak seperti biasanya. Pada kondisi market lagi turun tajam ini, apa yg akan Anda lakukan? Anda lebih memilih pegang banyak saham atau pegang banyak cash?
Banyak Saham atau Banyak Cash

Pilih Mana? Banyak Saham atau Banyak Cash?

Sebagian besar trader banyak yg suka terburu-buru membeli saham dalam jumlah besar ketika market sedang turun, atau saat market memulai tren turunnya dalam jangka pendek. Trader beranggapan bahwa dgn pegang banyak saham saat market turun, maka trader bisa berkesempatan menjual saham di harga tinggi.

Pandangan seperti ini tidak saya katakan salah. Hanya saja, Anda harus mengetahui kapan momentum yg tepat untuk memborong saham. Biasanya trader yg terburu membeli banyak saham ketika market lagi koreksi menunjukkan bahwa trader sebenarnya takut 'ketinggalan kereta'. Trader takut kalau saham tiba-tiba naik lagi, di satu sisi Anda belum sempat beli sahamnya.

Padahal, di saat-saat market lagi turun tajam, sangat mungkin penurunan IHSG dan sebagian besar saham masih akan berlanjut. Sehingga, kalau Anda langsung borong saham ketika market baru saja koreksi besar, kemungkinan saham Anda nygkut. Coba Anda perhatikan grafik IHSG dibawah ini:
Manajemen Modal Saham
Bisa Anda perhatikan bahwa ketika IHSG koreksi terutama setelah naik berhari-hari, pada umumnya koreksi IHSG akan berlanjut lebih dari satu hari (perhatikan lingkaran hijau). Hal ini menunjukkan ketika IHSG berada dalam awal tren turun jangka pendek, maka kalau Anda ngotot membeli saham dalam jumlah besar, keesokan hari saham Anda bisa turun lagi lebih banyak (jika Anda beli saham-saham yg berkorelasi dgn pergerakan IHSG, seperti mayoritas LQ45 misalnya).

Jadi kesimpulannya, prinsipnya ketika market lagi koreksi, memegang banyak cash lebih baik ketimbang memegang saham dalam jumlah besar. Lebih baik Anda memegang banyak cash daripada memegang banyak saham, tapi nygkut.

Jadi ketika harga saham nanti sudah mulai rebound, Anda punya banyak amunisi (modal) untuk membeli saham di harga yg jauh lebih murah. Anda yg kritis membaca pos ini kemudian bertanya kembali: "Bung Heze, tapi kan memang kita tidak pernah mengetahui dgn pasti harga saham akan turun sampai ke support berapa. Gimana kalau harga saham turun beberapa poin terus naik lagi?"

Anda benar, saya setuju. Kita memang tidak akan bisa memastikan harga saham akan turun sampai ke level berapa. Demikian juga, kita tidak akan tahu saham akan naik ke harga berapa. Karena pergerakan harga saham keesokan hari adalah pergerakan harga masa depan. Siapa yg bisa mengetahui apa yg terjadi besok?

Tips Penting

Kalau Anda ingin membeli saham ketika market koreksi, belilah secara bertahap. Gunakan sedikit modal Anda untuk membeli saham. Jadi ketika saham Anda turun, Anda masih punya amunisi yg banyak untuk beli lagi.

Dan satu hal lagi, kalau Anda mau pakai strategi ini, belilah saham yg Anda yakin bahwa saham tsb adalah saham yg bagus untuk Anda, bukan saham-saham jelek / saham-saham yg tidak likuid. Maka, Anda harus paham cara memilih saham.

Semakin pengalaman Anda, Anda akan lebih paham kapan waktu yg tepat untuk membeli saham ketika market turun. Tapi intinya, saat market lagi bearish, terutama ketika market memulai tren bearishnya dalam jangka pendek (bukan jangka panjang ya) entah karena hanya koreksi normal, atau sentimen-sentimen negatif sesaat, maka Anda tidak dianjurkan untuk bernafsu membeli saham dalam jumlah besar.

Belilah saham secara bertahap. Atau kalau Anda belum yakin sama sekali dgn kondisi market yg masih strong bearish, maka keputusan terbaiknya adalah wait and see.

Selain berbagi informasi dan edukasi saham, kami juga berbagi ulasan berbagai sekuritas saham terbaik saat ini di indonesia, anda bisa membacanya di artikel terkait berikut : Review Broker Saham Terbaik

Tag : ,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.

Kategori Terpopuler

Artikel Terpopuler


Berlangganan Artikel

· Agar Mendapatkan Notifikasi Terbaru
· Masukkan E-mail & Klik Berlangganan
· Selanjutnya Cek E-mail Untuk Verifikasi

Install Web App SmartPeople.ID

· Buka SmartPeople.ID di Chrome/Opera
· Klik Ikon 3 Titikdi Browser
· Pilih "Tambahkan ke Layar Utama"
· App Akan Ditambah di Menu Utama