Siklus Momentum Trading Saham dengan Analisa Teknikal
1xBit Indonesia 21 Okt

Siklus Momentum Trading Saham dengan Analisa Teknikal

Pada kesempatan ini SmartPeople.ID akan mengulas tentang Ahli Saham dengan judul artikel Siklus Momentum Trading Saham dengan Analisa Teknikal, yang ditulis oleh Adi Gunawan, pada hari Senin, Agustus 05, 2019

Keyword :

Artikel Terkait Ahli Saham Terbaru & Terlengkap
Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Cara Analisis Fundamental Saham untuk Pemula.

Jika Anda adalah seorang trader saham yg mengandalkan ANALISIS TEKNIKAL, dan Anda fokus untuk mencari saham-saham yg likuid, saham-saham yg lagi murah, atau saham-saham yg lagi breakout, maka Anda perlu memahami yg namanya SIKLUS SAHAM. 

Dalam trading saham saya memang menganjurkan pada Anda untuk memprioritaskan membeli saham yg dapat dianalisa dengan analisis teknikal, karena saham-saham inilah yg bisa memberikan peluang cuan yg lebih pasti, dengan risiko yg rendah.
Siklus Momentum Trading Saham dengan Analisa Teknikal
Semakin Anda hafal dengan pola suatu maka, maka Anda akan semakin memahami di harga berapa Anda harus membeli dan menjual. Semua ini bisa dilakukan kalau Anda memahami analisis teknikal itu tadi.

Nah, di dalam ilmu membaca grafik, Anda harus paham dengan yg saya tuliskan tadi: Siklus saham. Sebenarnya siklus harga saham itu ada banyak tahapannya (ada fase greed, fear, euforia, jenuh dan masih buanyak lainnya)

Jadi di pos ini kita nggak akan membahas tentang fase siklus saham, tapi kita akan lebih mempraktikkan seperti apa itu siklus saham di dalam chart, dan saham-saham apa saja yg bisa diterapkan analisis siklus tsb. Sekarang perhatikan grafik saham dibawah ini:
Momentum Trading Saham
Siklus saham
Siklus saham yg paling penting untuk Anda ketahui adalah siklus uptrend (naik) dan downtrend (turun). Kenapa saya katakan paling penting? Karena konsep pergerakan harga saham adalah naik dan turun. Kalau harga saham sudah naik, cepat atau lama saham pasti akan koreksi.

Karena tujuan orang trading saham adalah untuk dapat profit. Jadi kalau saham sudah naik, saham pasti akan dijual, sehingga harganya turun. So, harus Anda ingat, nggak ada saham yg kebal koreksi.

Kalau Anda seorang trader dan Anda punya sifat serakah (saham Anda sudah naik dan Anda sudah untung, tapi Anda berharap terus saham Anda naik dan naik lagi), maka Anda harus menghilangkan rasa serakah ini.

Kalau Anda sudah menetapkan target take profit, ketika harga tersentuh Anda harus jual. Saya banyak menemukan trader yg sudah untung, tapi karena nggak mau jual dan mau sahamnya naik terus, akhirnya sahamnya turun lagi dibawah harga belinya.

Sebaliknya ketika saham berada di titik harga yg sudah rendah / murah, maka harga saham akan bergerak naik lagi. Hal ini karena ketika saham turun, saham akan menjadi murah dan diskon.

Sama seperti Anda membeli barang di supermarket. Ketika ada banyak promo harga diskon, orang pasti akan membeli barang-barang kebutuhan lebih banyak. Supermarket bakalan lebih lebih ramai dibandingkan kalau nggak ada harga diskon.

Perhatikan tanda lingkaran pada grafik (TLKM) diatas, itulah siklus di mana harga saham sedang turun. Setelah saham turun dan turun terus, saham akan naik lagi (perhatikan tanda persegi).

Dan setelah saham sudah naik, saham akan kembali turun lagi. Demikan siklus-siklus seperti ini akan terus terulang. Yang perlu Anda lakukan adalah, menentukan titik support-resisten yg penting di dalam chart tsb.

Jika Anda paham dengan siklus saham dalam analisa grafik (teknikal), Anda pasti akan memahami momentum trading. Yup, momentum trading ini terkait timing kapan Anda membeli dan menjual saham..

Idealnya, di dalam siklus saham, belilah saham saat harganya turun, dan jual saham saat harganya naik. Kalau Anda ragu atau belum menemukan momentum yg tepat, maka wait and see saja. Trading tidak harus dilakukan setiap hari.

Banyak trader saham yg beli saham saat harganya sudah terlalu tinggi. Banyak trader yg nekad beli saham, padahal trader tahu saham dan market lagi jelek. Kesalahan-kesalahan trader ini dikarenakan trader belum memahami konsep dan praktik tentang siklus harga saham.

Di pos ini, semoga Anda sudah mendapatkan konsep mengenai siklus saham, sehingga Anda bisa lebih melihat dan mempertimbangkan timing, momentum sebelum beli dan jual saham.

Dalam praktiknya, Anda mungkin juga akan menemukan saham yg tidak mengikuti siklus uptrend-downtrend seperti mayoritas saham. Tetapi Anda akan menemukan saham yg trennya sideways.
Analisa Teknikal Siklus Saham
Saham sideways
Pada saham yg memiliki siklus naik-turun yg jelas pun, sangat mungkin di dalam minor trennya terdapat tren sideways. Jadi kalau Anda menemukan saham yg nggak ada siklusnya alias sideways, Anda tetap bisa mentradingkannya.

Karena jujur saja, saham sideways terkadang bisa menguntungkan trader jangka pendek.

SIKLUS SAHAM TIDAK BERLAKU UNTUK SEMUA SAHAM

Tidak semua saham bisa dianalisa menggunakan siklus saham. Karena faktanya, banyak sekali saham-saham yg tidak likuid, chartnya tidak beraturan...
SIKLUS UNTUK SEMUA SAHAM
Jika Anda menemukan saham seperti diatas, yg trennya tidak jelas, volumenya juga sangat kecil, bagaimana Anda bisa menentukan siklus sahamnya dengan tepat?

Maka dari itu, sebagai seorang teknikalis, prioritaskan untuk memilih saham-saham yg punya pola bagus dan bisa dianalisa dengan baik, serta punya siklus harga yg jelas. Saham-saham seperti inilah yg punya peluang lebih besar untuk memberikan profit.

Selain sebagai media informasi dan edukasi seputar analisis teknikal saham, kami juga berbagi cara melakukan analisis fundamental harga saham untuk pemula, anda bisa mempelajarinya di artikel terkait dibawah ini


Tag : , ,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.

Kategori Terpopuler

Artikel Terpopuler


Berlangganan Artikel

· Agar Mendapatkan Notifikasi Terbaru
· Masukkan E-mail & Klik Berlangganan
· Selanjutnya Cek E-mail Untuk Verifikasi

Install Web App SmartPeople.ID

· Buka SmartPeople.ID di Chrome/Opera
· Klik Ikon 3 Titikdi Browser
· Pilih "Tambahkan ke Layar Utama"
· App Akan Ditambah di Menu Utama