Pemahaman Tentang Waran dan Cara Trading Waran
1xBit Indonesia 21 Okt

Pemahaman Tentang Waran dan Cara Trading Waran

Pada kesempatan ini Adi Gunawan akan mengulas tentang "Mekanisme Saham" dengan judul artikel "Pemahaman Tentang Waran dan Cara Trading Waran".

Keyword :

Artikel Terkait Mekanisme Saham Terbaru & Terlengkap
Ingin sukses dalam perdagangan / trading saham? Jangan lupa membaca ebook profit trading saham yang kami bagikan sebelumnya, di halaman > Ebook Sukses Trading Saham.pdf.

Ketika Anda trading saham, Anda pasti akan melihat kode-kode saham. Kode saham Indonesia ditulis dalam 4 huruf. Misalnya PT Indofood Tbk, kode sahamnya adalah INDF. Nah, tapi mungkin Anda sering menemukan kode saham yg di belakangnya ada tambahan 'W'. Contohnya AGRO-W, DWGL-W, BULL-W, MEDC-W dan lain-lain.
Artikel terkait : Strategi dan Pola Candlestick Paling Akurat

Pemahaman Tentang Trading Waran

Kode W ini kepanjangannya adalah waran. Apa itu waran? Mengapa perusahaan menerbitkan waran? Dan apa untung dan risikonya bagi seorang pemegang saham?

Waran merupakan hak yg diberikan pada pemegang saham untuk membeli saham dgn harga pelaksanaan (harga exercise) dan jangka waktu yg telah ditetapkan oleh perusahaan penerbit waran. Waran diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Dan waran adalah hak, bukan kewajiban. Kalau investor tidak ingin menggunakan hak-nya untuk untuk membeli saham, maka tidak masalah (investor tidak mendapatkan saham perusahaan tsb). 

Waran disebut juga dgn options, karena memberikan opsi (pilihan) kepada pemegang saham untuk menggunakan hak-nya. Di pasar modal, waran termasuk dalam produk derivatif (produk turunan) saham dan merupakan aksi korporasi perusahaan.
Waran dan Cara Trading Waran

Jangka Waktu Trading Waran

Perlu Anda ingat, waran ada jangka waktunya. Biasanya jangka waktu waran adalah 2-5 tahun. Jadi setelah waran kadaluarsa (misalnya AGRO-W kadaluarsa tanggal 12 Juni 2018), maka Anda tidak akan melihat kode AGRO-W di pasar reguler lagi setelah tanggal 12 Juni 2018.
Lalu kenapa perusahaan menerbitkan waran? Apa untungnya bagi perusahaan?
Waran diterbitkan ketika perusahaan akan melakukan initial public offering (IPO) atau right issue. Tujuannya supaya investor semakin tertarik untuk ikut dalam aksi korporasi perusahaan (IPO / right issue). Jadi, waran ini sebenarnya fungsinya adalah sebagai pemanis / sweetener.

Perusahaan tidak akan mendapatkan keuntungan secara finansial. Dampak positifnya bagi perusahaan, saham perusahaan akan semakin diminati investor. Memang tidak banyak perusahaan yg menerbitkan waran.

Waran biasanya diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan yg saham publiknya sedikit dan kurang likuid. Hal ini bertujuan agar investor semakin tertarik membeli saham perusahaan tsb.

Mekanisme dan Praktik Trading Waran


Salah contoh perusahaan yg menerbitkan waran adalah PT Dwiguna Laksana Tbk (DWGL) dalam rangka IPO. Bersamaan dgn itu, DWGL juga menerbitkan waran, di mana setiap investor yg berpartisipasi dalam IPO, akan mendapatkan waran. Setiap 20 saham yg dimiliki investor akan memperoleh satu waran. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp187 dan jatuh temponya 12 Desember 2022.

Katakanlah seorang investor memiliki 2.000.000 lembar saham DWGL, maka investor akan mendapatkan 100.000 lembar waran secara cuma-cuma. Waran yg dibagikan ketika investor mengikuti IPO ini nilai awalnya adalah nol (Rp0), karena sifatnya cuma-cuma.

Harga waran akan bergerak naik dan turun setelah waran tsb diperdagangkan di pasar reguler. Dan waran ini nantinya juga bisa Anda tradingkan di pasar reguler seperti halnya ketika Anda mentradingkan saham.

Andai kata DWGL-W naik dari Rp0 menjadi Rp150, dan investor menjual warannya, maka investor akan mendapatkan keuntungan sebesar 100.000 x 150 = Rp15 juta. Keuntungan Rp15 juta ini adalah keuntungan yg Anda dapatkan secara cuma-cuma. Ibartnya, Anda dikasih uang gratis sebanyak Rp15 juta.


Apakah Trading Waran Menguntungkan?

Memang Anda bisa mendapatkan untung cuma-cuma kalau Anda dapat waran saat perusahaan akan IPO / right issue.  Tapi kalau Anda memutuskan untuk membeli waran di pasar reguler (setelah IPO / right issue), maka Anda harus menghitung untung-ruginya. Ketika Anda memutuskan membeli waran saat DWGL melantai di bursa, Anda memiliki dua opsi: Menjual waran atau menebus waran untuk mendapatkan saham dgn membeli di harga pelaksanaannya (Rp187).

Sebagai contoh, Anda membeli waran DWGL di harga Rp150 sebanyak 2.000 lot. Jadi total modal yg Anda keluarkan adalah Rp30 juta. Anda punya opsi untuk menjual waran atau menebus waran di harga pelaksanaannya yaitu di harga Rp187.

Kalau Anda tidak menebus atau menjual waran Anda sampai tanggal ex nya, yaitu sampai 12 Desember 2022, maka waran Anda akan hangus sama sekali. Hangus disini maksudnya adalah waran Anda akan hilang. Jadi, uang Rp30 juta yg Anda tanamkan di waran akan hilang total. Dengan kata lain, kalau Anda tidak menggunakan hak Anda sampai jatuh tempo dan waran Anda hangus, kerugian Anda akan mencapai 100%!!

Sebaliknya jika Anda mau menebus untuk mendapatkan saham DWGL, Anda perlu menebus dgn membayar di harga Rp187 (harga pelaksanaan waran-nya). Dengan demikian, Anda hanya perlu membayar Rp337 untuk membeli saham DWGL (Rp150 yg Anda dapatkan dari pembelian waran plus Rp187 dari penebusan di harga pelaksanaan).

Jika harga saham DWGL saat itu adalah 400 misalnya, maka Anda bisa untung sebesar Rp63 (400 - 337). Ini artinya Anda bisa mendapatkan DWGL di 337 dari penebusan waran dan langsung menjualnya di 400. Tapi kalau harga pasar DWGL mengalami penurunan, tentu saja Anda akan rugi. Katakanlah harga pasar DWGL saat itu adalah Rp300, dan Anda mendapatkan DWGL di harga Rp337 dari penebusan waran, maka Anda akan rugi sebesar Rp37 per saham.

Itulah mengapa pemegang waran selalu mengharapkan agar harga saham terus mengalami kenaikan agar pemegang waran bisa mendapatkan saham di harga yg rendah dan menjual langsung (untung) di harga pasarnya.

Kenaikan dan penurunan waran ini pada umumnya akan mengikuti harga saham induknya. Misalnya harga saham DWGL naik dari 200 ke 500 atau naik 300 poin, maka DWGL-W biasanya juga akan naik kurang lebih 300 poin. Tapi tidak selalu seperti itu. Maksud saya, siapa yg bisa memastikan harga saham? Terkadang harga saham bisa mengalami kenaikan tapi justru waran mengalami penurunan yg drastis, dan sebaliknya.
Pada gambar diatas, bisa Anda lihat bahwa ketika DWGL naik sebesar 6.09%, DWGL-W justru turun sebesar 15,05%.
Artikel terkait : Kata Istilah dalam Dunia Saham

Trading Waran di Pasar Reguler

Anda mungkin sering melihat harga waran yg bisa naik sampai 100% lebih atau bahkan turun 100% lebih dalam sehari. Mengapa hal itu bisa terjadi? Ada beberapa hal yg perlu Anda ketahui jika Anda memutuskan untuk trading waran di pasar reguler :

Trading waran disini artinya Anda langsung membeli dan menjual waran, tidak menebus waran tsb untuk mendapatkan saham.

1. Waran tidak likuid dan nominalnya kecil

Waran pada umumnya nominalnya cukup kecil, sehingga persentase kenaikan dan penurunannya akan lebih tinggi / rendah daripada harga saham itu sendiri.

Kita ambil contoh saham DWGL. Katankanlah DWGL naik 10 poin dari 620 ke 630. Maka keuntungan Anda adalah 2%. Tapi kalau DWGL-W naik 10 poin dari 70 ke 80, keuntungan Anda adalah 14%.. Keuntungan Anda memang jauh lebih besar..

Tapi sebaliknya, kalau DWGL Anda turun 10 poin dari 630 ke 620, maka kerugian Anda kurang lebih sebesar 2% dan kalau DWGL-W yg turun 10 poin dari 80 ke 70, kerugian Anda juga jauh lebih besar, yaitu sekitar 14%.

Dan sekali lagi, kalau Anda tidak menggunakan waran tsb untuk membeli saham baru di harga pelaksanannya (Rp187), karena harga pasarnya masih dibawah harga waran, maka kerugian Anda akan mencapai 100%.

Selain itu, tidak sedikit waran yg harganya Rp1, Rp10, Rp100 saja. Jadi kalau Anda beli waran di harga Rp2, terus waran Anda turun ke Rp1, maka kerugian Anda adalah 100%. Atau seringkali terjadi waran yg harganya, misalnya, Rp80 turun ke Rp20. Jadi penurunannya bisa mencapai -300% dalam sehari. Baygkan apa yg terjadi jika waran Anda turun 300% dalam sehari.

2. Waran juga tidak se-likuid saham induknya

Walaupun ada beberapa waran yg juga masih lumayan likuid, seperti contoh DWGL-W diatas. Anda perhatikan, antriannya cukup banyak.

Tapi berhubung waran ini juga fluktuatif bahkan spread bid-offernya bisa sangat renggang, maka sangat berbahaya dan saya tidak menyarankan Anda untuk trading waran. Saya pribadi tidak pernah mentradingkan waran, karena trading waran ini sifatnya nyaris seperti gambling. Dan grafik waran nggak bisa dibaca dgn analisis teknikal.

Meskipun waran bisa naik 200% dalam sehari, tapi Anda juga berpotensi rugi 200% sehari. Dan meskipun Anda bisa menerka-nerka pergerakan waran menggunakan pergerakan saham induknya, tapi seperti contoh gambar diatas tadi, Anda tetaplah tidak bisa menggunakan rumus seperti itu.

Jadi bukankah lebih baik membeli saham yg bisa kita analisis? Dengan begitu, Anda bisa memegang saham dgn rasa aman. Karena dalam trading, bukan profit saja yg harus Anda incar, tapi Anda harus juga memperoleh rasa aman.

Selain berbagi informasi dan edukasi saham, kami juga berbagi ulasan berbagai sekuritas saham terbaik saat ini di indonesia, anda bisa membacanya di artikel terkait dibawah ini :

Tag : ,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.

Kategori Terpopuler

Artikel Terpopuler


Berlangganan Artikel

· Agar Mendapatkan Notifikasi Terbaru
· Masukkan E-mail & Klik Berlangganan
· Selanjutnya Cek E-mail Untuk Verifikasi

Install Web App SmartPeople.ID

· Buka SmartPeople.ID di Chrome/Opera
· Klik Ikon 3 Titikdi Browser
· Pilih "Tambahkan ke Layar Utama"
· App Akan Ditambah di Menu Utama