Pemahaman Tentang Spread Bid Offer di Pasar Saham

Pemahaman Tentang Spread Bid Offer di Pasar Saham

Pada kesempatan ini SmartPeople.ID akan mengulas tentang Ahli Saham dengan judul artikel Pemahaman Tentang Spread Bid Offer di Pasar Saham, yang ditulis oleh Adi Gunawan, pada hari Rabu, Juli 10, 2019

Keyword :

Artikel Terkait Ahli Saham Terbaru & Terlengkap
Ingin sukses dalam perdagangan / trading saham? Jangan lupa membaca ebook profit trading saham yang kami bagikan sebelumnya, di halaman > Ebook Sukses Trading Saham.pdf.

Di pasar saham, Anda mungkin sering mendengar istilah "Spread". Istilah spread ini berkaitan dgn fraksi harga dan bid-offer. Namun, tahukah Anda apa itu spread? Sebelum Anda paham spread, ada baiknya Anda mengetahui fraksi harga dan bid-offer terlebih dahulu.
Spread Bid Offer di Pasar Saham
Fraksi harga adalah batasan kelipatan harga yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk lebih jelasnya mengenai aturan fraksi harga, silahkan baca artikel : Ilustrasi Fraksi Harga Saham.

Sedangkan bid-offer adalah permintaan dan penawaran pelaku pasar terhadap suatu saham, yg besarannya juga sudah diatur dalam fraksi harga. Jika Anda belum paham bid dan offer di pasar saham, silahkan baca artikel : Permintaan dan Penawaran di Pasar Saham.
Artikel terkait : Cara Analisa Teknikal dengan Ichimoku
Pada sistem antrian saham, akan tampil bid-offer yg dimasukkan oleh para pelaku pasar. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat gambaran bid-offer di pasar saham.
spread bid-offer mekanisme perdagangan saham
Ini adalah bid dan offer pada saat jam trading. Pelaku pasar akan memasukkan harga beli dan harga jual yg diinginkan ke dalam sistem trading. Mengacu pada aturan fraksi harga yg baru, maka fraksi harga saham ini termasuk dalam kelompok harga Rp50-2.000, dgn fraksi harga Rp5.

Perhatikan sistem antrian bid-offer diatas, bahwa ketika bid price paling atas (best bid) ada di harga 1.780, maka bid price kedua adalah 1.775 dan seterusnya. Demikian juga dgn offer price. Selisih jarak harga bid dan offer inilah yg dinamakan dgn spread. Kalau Anda perhatikan bid-offer tsb, spreadnya selalu mengikuti fraksi harga (sebesar fraksi harganya), yaitu fraksi Rp5.

Jadi, sederhananya spread adalah jarak antara harga bid-offer. Pada umumnya, bid-offer saham, spreadnya sebesar fraksi harga. Tapi, pernahkah Anda melihat antrian bid offer yg spreadnya sangat jauh (tidak mengikuti spread sebesar fraksi harga)? Mengapa hal tsb bisa terjadi? Perhatikan sistem antrian saham dgn kode HERO dibawah ini.
contoh spread bid-offer pada mekanisme perdagangan
Harga saham HERO diatas adalah kelompok harga Rp50-2.000, dgn fraksi harga Rp5. Tapi, kalau Anda perhatikan dgn seksama antrian diatas, banyak antrian yg bolong. Perhatikan, best offer HERO adlaah 1.250, tetapi antrian dibawahnya adalah 1.280. Padahal kalau mengikuti fraksi harga, antrian dibawahnua harusnya sebesar 1.255. Demikian pula antrian pada best bid adalah 1.200, dan antrian dibawahnya adalah 1.165. Seharusnya kalau mengacu fraksi harga, antriannya adalah 1.195.

Jarak yang besar antara bid dan offer

Mengapa spread yg besar ini bisa terjadi? Spread yg besar (jarak yg besar antara bid dan offer) bisa terjadi karena 2 hal :
Artikel terkait : Analisis Pergerakan Harga dengan Parabolic

1. Saham tsb tidak likuid (kurang peminat beli dan jual)

Trader yg bermiat beli, ingin melakukan order beli pada harga yg sangat murah. Sedangkan, trader yg berniat jual, ingin melakukan order jual pada harga yg sangat mahal / tinggi. Hal ini menyebabkan adanya kekosongan antara jarak harga bid-offer, sehingga spreadnya besar.

Kalau Anda lihat contoh diatas (saya ambil contoh bid price). Trader ingin membeli pada harga yg sangat rendah, yaitu pada harga 1.165, dan trader tidak bersedia membeli pada harga 1.170, 1.185, 1.195, sehingga harga-harga tsb tidak ada yg order, akhirnya timbullah spread yg besar. Pada saham-saham yg likuid, Anda hampir tidak akan menemui spread yg besar seperti ini (biasanya spreadnya mengikuti / sebesar fraksi harga).

2. Spread yang besar banyak Anda temui pada saat jam-jam awal market buka.

Hal ini dikarenakan pada saat jam awal pasar saham buka, masih belum banyak trader yg masuk pasar untuk melakukan antrian, sehingga ada trader yg ingin membeli pada harga sangat rendah, dan trader lain ingin menjual pada harga yg sangat tinggi. Sehingga terjadilah spread yg renggan. Ketika jam market terus berjalan dan semakin banyak trader yg masuk, maka jarak harga yg kosong tsb biasanya akan diisi.

Jadi, kalau Anda menemukan saham-saham yg spreadnya renggang, Anda harus hindari saham-saham ini. Seperti yg sudah saya sampaikan, bahwa saham-saham yg spreadnya jauh, adalah saham-saham yg tidak likuid atau kurang peminat. Untuk apa trading di saham yg kurang peminatnya?

Alasan lainnya karena saham-saham yg spreadnya jauh, maka Anda akan kesulitan menjual di harga tinggi (order Anda belum tentu akan kesampaian). Hal ini dikarenakan para pembeli hanya ingin membeli di harga yg sangat rendah.

Selain berbagi informasi dan edukasi saham, kami juga berbagi ulasan berbagai sekuritas saham terbaik saat ini di indonesia, anda bisa membacanya di artikel terkait dibawah ini :

Tag : , ,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.

Kategori Terpopuler

Artikel Terpopuler


Berlangganan Artikel

· Agar Mendapatkan Notifikasi Terbaru
· Masukkan E-mail & Klik Berlangganan
· Selanjutnya Cek E-mail Untuk Verifikasi

Install Web App SmartPeople.ID

· Buka SmartPeople.ID di Chrome/Opera
· Klik Ikon 3 Titikdi Browser
· Pilih "Tambahkan ke Layar Utama"
· App Akan Ditambah di Menu Utama