Indikator Penting dalam Analisis Teknikal Harga Saham

Indikator Penting dalam Analisis Teknikal Harga Saham

Pada kesempatan ini Adi Gunawan akan mengulas tentang "" dengan judul artikel "Indikator Penting dalam Analisis Teknikal Harga Saham".

Tag :

Artikel Terkait Analisa Teknikal Saham Terbaru & Terlengkap
Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Cara Analisis Fundamental Saham untuk Pemula.

Dalam analisis teknikal saham, kita mengenal cukup banyak indikator maupun analisis teknikal klasik. Analisa-analisis teknikal yg seringkali Anda temukan, memiliki banyak kegunaan, fungsi dan peran yg berbeda-beda. Sebagai trader saham, Anda perlu mengetahui kegunaan-kegunaan analisis teknikal, sehingga Anda bisa mengambil keputusan trading dengan benar.

Indikator Paling Akurat dalam Analisa Saham 

Oke, berikut adalah indikator-indikator penting dalam analisis teknikal :
Analisa Teknikal Harga Saham

1. Indikator menunjukkan sinyal beli dan sinyal jual 

Indikator ini ditunjukkan dengan adanya area garis overbought dan oversold. Secara singkat, overbought berarti indikator memberikan sinyal bahwa harga saham sudah terlalu tinggi, sehingga harga saham akan koreksi / turun. Artinya ini adalah sinyal bahwa Anda harus segera menjual saham yg Anda miliki.

Sebaliknnya, oversold berarti indikator memberikan sinyal bahwa harga saham sudah turun, sehingga harga berpotensi untuk rebound. Indikator overbought dan oversold bisa dilihat dari garis horizontal yg ada pada indikator masing2. Misalnya, overbought berada di area diatas 80, dan oversold berada di area dibawah garis 20.

Contoh indikator yg menunjukkan sinyal beli dan jual ada indikator momentum seperti Stochastic Oscillator, RSI, Williams %R dan lain-lain. Seperti dibawah ini:
indikator sinyal beli dan sinyal jual
Tanda panah yg ada diatas itu merupakan area overbought dan tanda panah dibawah merupakan area oversold. Yup, indikator inilah yg berfungsi  untuk menunjukkan indikator sinyal.

2. Indikator menunjukkan tren (uptrend & downtrend)

Analisa teknikal grafik tidak bisa lepas dari TREN. Anda harus mengetahui apakah tren suatu saham sedang uptrend (naik), downtrend (turun) atau sideways (datar).

Kenapa indikator tren itu penting? Tren sangat berfungsi bagi trend follower, yaitu trader yg trading dengan cara mengikuti tren suatu saham. Trader akan membeli kalau tren naik, dan tidak dijual sampai tren suatu saham benar-benar menunjukkan penurunan.

Tren juga bisa menunjukkan apakah suatu saham sedang dalam kondisi bullish maupun bearish.

Contoh indikator yg bisa menunjukkan tren adalah indikator Moving Average (MA). Dalam MA, ada simple moving average (SMA), exponential moving average (EMA) dan weighted moving average (WMA). Setinggan indikator MA adalah SMA. Saya pribadi biasa menggunakan SMA dalam analisa. Ketiganya hampir sama, hanya beda pada pembobotan garis MA saja.
indikator tren (uptrend & downtrend)
Klik gambar untuk memperbesar

Pada contoh grafik diatas, ada MA25 (orange) dan MA50 (biru). Saham ini bisa dikatakan berada dalam tren turun karena saham berada dibawah MA50 dan MA25. Di satu sisi, MA50 bisa menjadi titik resistennya.

Sedangkan saham bisa dikatakan mulai breakout atau memulai uptrendnya lagi apabila saham menembus MA25. Sehingga level entry buy bisa ditentukan ketika dan MA50 yg ada diatas bisa menjadi acuan titik resisten selanjutnya.

Buat Anda tipikal trader yg menghindari saham-saham yg lagi turun secara tren, maka indikator tren bisa menjadi acuan penting untuk itu.

Penerapan analisa tren khususnya buat strategi-strategi swing trading, juga banyak saya bahas praktiknya disini: Panduan Simpel dan Efektif Memilih Saham Bagus

3. Indikator menunjukkan level cut loss dan profit taking

Sinyal beli jual bisa dilakukan menggunakan indikator momentum (poin 1). Namun, indikator-indikator tsb terkadang belum cukup membantu untuk melihat pada level / harga berapa titik acuan untuk beli dan jual (cut loss maupun profit taking).

Maka dari itu, perlu Anda indikator yg bisa memberikan acuan bagi trader untuk melihat titik beli-jual suatu saham, yaitu indikator yg menentukan level cut loss dan profit taking.

Contoh indikator yg menunjukkan level cut loss dan profit taking misalnya indikator Zig Zag. Perhatikan contoh indikator Zig Zag dibawah ini:
Indikator level cut loss dan profit taking
Garis Zig Zag tampak pada garis warna merah, Anda bisa lihat bentuknya seperti zig zag yg  berada di dalam grafik saham. Indikator ini bisa memberikan titik entry kapan Anda harus beli dan jual.

Ketika garis zig zag berada di area low (tanda lingkaran), maka itu adalah daerah support yg bisa menjadi acuan beli saham. Jadi jika saham turun di area-area tsb dan bertahan (tidak jebol), maka Anda bisa ambil entry buy.

Sebaliknya, jika indikator zig zag berada di area high (tanda persegi) yg menjadi acuan turunnya saham setelahnya, maka Anda bisa menjual saham ketika harga saham sudah berada / minimal  mendekati area high-nya pada indikator zig zag tsb. Paham sampai disini?

Indikator lain yg bisa Anda pakai selain zig zag untuk menentukan titik entry ini adalah bollinger bands.

Indikator-indikator tsb bisa dikombinasikan juga dengan indikator momentum. Misalnya jika indikator momentum menunjukkan garis oversold, dan harga saham sudah menyentuh harga low pada indikator zig zag atau bollinger bands, maka Anda bisa mulai membeli sahamnya (entry buy).  

TIDAK ADA INDIKATOR YANG SEMPURNA

Perlu Anda ingat, dalam analisis teknikal tidak ada yg namanya indikator sempurna. Artinya ketika Anda menggunakan indikator sinyal beli dan jual (poin 1) misalnya, maka bisa jadi

Karena sebenaranya indikator teknikal dalam trading itu sifatnya adalah "alat bantu", bukan analisa utama. Saya juga pernah menuliskannya disini: Kombinasi Indikator Saham yg Ideal.

Untuk mendapatkan hasil trading yg lebih baik, Anda harus memadukan / mengkombinasikan indikator trading dengan analisis teknikal klasik, yaitu menentukan support-resisten, candlestick, chart pattern. Satu lagi, Anda harus memilih saham yg tepat untuk trading. Baca juga:  Cara Screening Saham Bagus.

Tiga indikator ini penting untuk Anda ketahui dan pahami perbedaan fungsinya, supaya Anda bisa memaksimalkan penggunaan indikator untuk meraih profit di saham.

Selain sebagai media informasi dan edukasi seputar analisis teknikal saham, kami juga berbagi cara melakukan analisis fundamental harga saham untuk pemula, anda bisa mempelajarinya di artikel terkait dibawah ini


Keyword : Analisa Teknikal Saham,

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.

Kategori Terpopuler

Artikel Terpopuler


Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar
Tanggapan dan Saran