Bagaimana Strategi Fibonacci Retracement dalam Trading Forex?

Bagaimana Strategi Fibonacci Retracement dalam Trading Forex?

Pada kesempatan ini SmartPeople.ID akan mengulas tentang dengan judul artikel Bagaimana Strategi Fibonacci Retracement dalam Trading Forex?. Ditulis oleh Adi Gunawan, Rabu, Maret 06, 2019.

Keyword : cara trading forex, panduan forex pemula, cara analisis forex.

Artikel Terkait Trading Forex Terbaru & Terlengkap
Rasio Fibonacci sangat populer di dunia trading forex. Angka-angka yang dihasilkan dari perhitungan ini bisa membantu kita dalam menentukan level entry dan exit.

Fibonacci diperkenalkan oleh Leonardo Fibonacci yang berasal dari kota Pisa, yaitu seorang ahli matematika abad pertengahan asal Italia. Ia memperkenalkan deret angka yang rasionya terdapat dalam proporsi bentuk-bentuk di alam. Deret angka tersebut ia libatkan dalam perhitungan perkembangbiakan kelinci dalam situasi ideal. Kemudian deret ini dikenal sebagai deret Fibonacci atau angka Fibonacci.

Angka Fibonacci tersebut ialah : 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89,… dan seterusnya.

Kuis dadakan: Angka berapakah yang muncul setelah 89? Jika Anda menjawab dengan benar tanpa bertanya pada Google atau Wikipedia, sepertinya Anda memiliki potensi yang besar untuk menjadi trader handal.

Dari deret tersebut ditemukan rasio yang paling ditemui setiap bentuk benda di alam, yaitu kira-kira 1 : 1.618 atau 0.618 : 1. Rasio ini yang kemudian disebut sebagai "golden ratio". Itulah sedikit hikayat Fibonacci. Masih bingung? Next..
Strategi Fibonacci dalam Trading Forex

Strategi Fibonacci dalam Trading Forex

Anda tidak perlu menghitung rasio Fibonacci dalam trading. Semua platform trading saat ini, termasuk Metatrader telah menyediakan tool yang membantu untuk mengaplikasikan ilmu warisan Fibonacci ini secara instan. Nama tool / indikator tersebut adalah Fibonacci retracement.

Para trader handal menggunakan level yang diberikan oleh Fibonacci retracement untuk menentukan kisaran area potensial sebagai support dan resistance.

Alat ini bisa dimanfaatkan pada saat pasar sedang keadaan trending, baik itu pada saat up trend maupun pada saat down trend, namun kurang efektif jika diterapkan pada pasar dalam kondisi sideways.

Konsep penggunaan Fibonacci retracement ialah mencari peluang untuk buy ketika harga di kisaran support. Begitu juga sebaliknya, bisa mencari peluang sell ketika harga di kisaran resistance yang diperoleh dari Fibonacci retracement.

Untuk menemukan level retracement, harus terlabih dahulu menemukan titik tertinggi dan terendah yang signifikan. Titik tersebut disebut sebagai swing high dan swing low.

Pada pergerakan saat up trend, yang perlu kita lakukan adalah menarik Fibonacci retracement dari swing low ke swing high seperti yang terlihat dalam gambar di bawah :
Strategi Fibonacci Swing Up
Fibonacci Swing Up
Pada saat pergerakan down trend, yang kita lakukan adalah menarik Fibonacci retracement dari swing high ke swing low seperti yang terlihat pada gambar di bawah :
Strategi Fibonacci Swing Down
Fibonacci Swing Down
Terlihat dalam 2 gambar di atas bahwa level Fibonacci yang digunakan dalam trading adalah level 0.0%, 23.6%, 38.2%, 50.0%, 61.8%, 76.4% dan 100.0%. Level itulah yang dijadikan sebagai acuan untuk menentukan area support dan resistance.
Artikel terkait: Penjelasan Tentang Support dan Resistance
Dengan menggunakan Fibonacci, kita dapat mengambil beberapa level untuk jadikan area referensi menentukan level entry. Level yang populer adalah 38.2%, 50.0% dan 61.8%. Di kisaran level tersebut sering muncul sinyal buy atau sell yang akurasinya sangat tinggi.
Area Acuan Entry Fibonacci
Fibonacci area referensi
Level Fibonacci retracement sebenarnya merupakan level support dan resistance. Jadi, area referensi untuk mencari sinyal sell sebenarnya merupakan area resistance. Dengan demikian, area referensi untuk mencari sinyal buy sebenarnya merupakan area support.

Strategi ini mirip dengan bounce trading. Kita menunggu pullback hingga ke area referensi dan mencari konfirmasi sinyal buy atau sell. Namun karena Anda belum mempelajari sinyal buy dan sell, sementara kita menggunakan Fibonacci retracement saja dulu pada materi kali ini. Saat pergerakan harga tertahan di area referensi, maka kita bisa mencoba untuk melakukan sell atau buy.
Artikel terkait: Pemahaman Tentang Bounce Trading

Strategi Buy dengan Fibonacci Retracement

Seperti yang telah dijelaskan, Anda dapat memanfaatkan area referensi Fibonacci untuk mencari level buy. Tentu saja ini Anda lakukan saat up trend. Di bawah ini contoh grafik pergerakan GBP/USD pada sekitar tanggal 3 November 2011 hingga 8 November 2011.

Anda dapat mempelajari praktek strategi buy dengan menggunakan area referensi berdasarkan Fibonacci retracement. Siap? Sebaiknya demikian. :)
Strategi Buy dengan Fibonacci Retracement
Fibonacci practice buy
Pada contoh di atas saya telah menggambar Fibonacci retracement acuan swing low di 1.59445 (100.0%) dan swing high di 1.60630 (0.0%). Area yang berwarna kuning itu ialah area referensi, di mana kita akan mencari konfirmasi pantulan yang merupakan sinyal buy.
Di area referensi itu ada tiga level retracement, yaitu:
  1. 1.60177 (38.2%)
  2. 1.60038 (50.0%)
  3. dan 1.59898 (61.8%)
Ketiga level ini merupakan support.

Kita menunggu sampai harga masuk ke area referensi. Level terbaik untuk buka posisi Buy ada di sekitar 61.8%, namun ada kalanya kita juga mendapatkan konfirmasi pantulan di sekitar 50.0%.
Strategi Buy dengan Fibonacci
Fibonacci practice buy
Sekarang kita bisa melihat bahwa harga berkali-kali menembus level 1.59898 (61.8%). Terlihat level tersebut diuji hingga empat kali, namun candlestick ditutup di atas 1.59898. Ini pertanda bahwa support itu kuat dan inilah saatnya kita melakukan buy, di sekitar 1.60038.

Targetnya ialah level 1.60630 (0.0%), dan antisipasinya berada di exit point (1) atau exit point (2). Jika harga turun, kita akan lepas posisi buy di salah satu dari kedua level tersebut.

Mengapa harus exit point? Untuk antisipasi jika pasar berkehendak lain, yang berlawanan dengan perkiraan kita.

INGAT! TIDAK ADA ANALISIS TEKNIKAL YANG 100% BENAR. ANALISIS TEKNIKAL HANYA MEMBANTU UNTUK MENDEKATI KEBENARAN.

Bagaimana anda bisa berhasil dalam trading?
Mungkinkah itu yang Anda pikirkan? Nanti, kita akan bahas pada pembahasan Tingkat Mahir Forex, nantinya Anda juga akan belajar mengenai manajemen resiko dan manajemen modal, yang jika dipadukan dengan pengetahuan analisis teknikal akan menjadi senjata paling ampuh dalam trading.

Mengapa ada 2 exit point?
Karena seringkali tembusnya level 76.4% adalah indikasi awal bahwa tren akan berubah, hingga banyak trader memilih untuk bermain aman dengan melepas posisi setelah level tersebut tembus (break).


Namun konfirmasi perubahan tren (reversal) sebenarnya merupakan level 100.0%, sehingga para trader yang berani memilih tembusnya level tersebut sebagai exit point. Ini lebih kepada gaya trading dan kekuatan modal.

Mari kita lihat prakteknya, apa yang terjadi pada GBP/USD setelah melakukan buy :
Strategi Buy Fibonacci
Ternyata GBP/USD naik dan target tercapai! Indah dan mempesona bukan?

Strategi Sell dengan Fibonacci Retracement

Strategi sell hanya merupakan kebalikan dari strategi buy. Jika strategi buy dilakukan saat up trend, maka strategi sell dilakukan saat down trend. Berikut ini adalah grafik pergerakan EUR/USD :
Strategi Sell dengan Fibonacci Retracement
Pada saat ini kita menunggu terjadi pullback ke area referensi sell yang berada di antara 1.37461 (38.2%) hingga 1.38995 (61.8%). Di tengah-tengah ada level 50.0% yang berada pada level 1.38228. Ingat, 3 level ini merupakan level resistance dan area referensi kita itu sebenarnya merupakan area resistance.
Strategi Sell dengan Fibonacci
Fibonacci practice sell
Sekarang pullback terjadi dan kita bisa melihat harga telah berada di dalam area referensi. Perhatikan bahwa harga tidak menembus ke atas level 1.38995 (61.8%), bahkan turun dan tembus ke bawah 1.38228 (50.0%). Inilah sinyal bahwa boleh melakukan sell dengan target di level 1.34980 (0.0%). Ingat, antisipasinya adalah di exit point (1) atau (2), seandainya ternyata perkiraan kita salah.

Berikut apa yang terjadi selanjutnya
Strategi Fibonacci retracement
Dalam menerapkan Strategi Fibonacci retracement ini, beberapa trader melakukan kesalahan untuk menentukan swing high dan swing low. Maka dari itu diperlukan pengamatan dan latihan yag baik untuk mengasah ketajaman anda mengenali swing high dan swing low.

Juga kesabaran untuk menunggu konfirmasi pada area referensi. Jangan ragu untuk berkomentar jika artikel ini masih belum anda pahami.

Panduan Forex Berikutnya.. Penguasaan Moving Average

Demikianlah cara menguasai teknik fibonacci atau angka fibonacci dan strategi fibonacci retracement dalam trading forex, semoga bermanfaat.

Tag : Trading Forex, strategi prediksi forex.

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.
Tentang SmartPeople.ID Portal Edukasi Bisnis dan Investasi Terlengkap. Selain Sebagai Media Informasi Finansial Terbaik di Indonesia, Melalui Konten Berkualitas dan Bermanfaat Kami Berkomitmen untuk Memandu Anda dalam Memulai Berbagai Bidang Bisnis.

Kategori Terpopuler

Terpopuler Hari Ini