Membangun Risk Management (Manajemen Resiko) dalam Trading

Membangun Risk Management (Manajemen Resiko) dalam Trading

Pada kesempatan ini SmartPeople.ID akan mengulas tentang dengan judul artikel Membangun Risk Management (Manajemen Resiko) dalam Trading. Ditulis oleh Adi Gunawan, Kamis, Maret 14, 2019.

Keyword : panduan bitcoin pemula, cara trading bitcoin, belajar bitcoin.

Artikel Terkait Edukasi Cryptocurrency Terbaru & Terlengkap
Sekarang saya akan berbagi edukasi tentang hal yang sangat penting, yaitu risk management atau manajemen resiko di dalam perdagangan. Resiko adalah bagian yang tak perpisah dari setiap bisnis. Tidak ada satupun bisnis yang bebas dari resiko. Dengan demikian edukasi mengenai manajemen resiko yang baik sangatlah diperlukan.

Manajemen resiko merupakan meminimalkan resiko untuk tujuan memaksimalkan peluang keuntungan atau profit. Menerapkan manajemen resiko yang baik akan memiliki kontrol penuh atas uang atau modal Anda. Dibantu oleh manajemen modal, manajemen resiko akan membantu untuk menjinakkan pasar yang terlihat liar.

Trading bisa di ibaratkan dengan permainan catur. Anda tidak bisa memprediksi seratus persen akurat langkah yang akan diambil oleh lawan. Begitu juga di dalam trading, Anda tidak akan bisa mengetahui dengan pasti, kemana harga akan bergerak. Salah satu sebab kegagalan trader pemula adalah kurangnya pengetahuan mengenai manajemen resiko yang baik.
Membangun Risk Management

Membangun Manajemen Resiko dalam Trading

Disini Anda akan mempelajari tentang manajemen resiko sebagai salah satu pilar dari 3M (Mind, Method, Money). Terdapat tiga metode dalam risk management tools, berikut pembahasannya :

1. Cut Loss

Teknik cut loss dilakukan dengan menutup transaksi yang telah merugi sesegera mungkin, untuk tujuan menghindari adanya resiko kerugian yang lebih besar dari kerugian yang telah diterima.

Berikut ilustrasi dari cut loss:
ilustrasi dari cut loss

2. Switching

Teknik switching dilakukan dengan menutup posisi yang rugi, lalu segera mengambil posisi baru yang searah dengan pergerakan harga selanjutnya. Idenya untuk me-recovery kerugian yang telah diakibatkan oleh posisi transaksi sebelumnya. Teknik switching ini lebih efektif dilakukan ketika terjadi perubahan arah harga yang cepat dan sangat drastis.

Berikut ilustrasi dari switching:
ilustrasi dari switching
Lakukan teknik ini apabila sudah benar-benar yakin bahwa pasar akan bergerak cukup kencang, sebab melakukan teknik ini berarti Anda membuka satu posisi baru pastinya juga akan dibayangi oleh resiko kerugian jika ternyata pasar berbalik arah. Kemantapan analisis dan tingkat kesiapan mental ikut mempengaruhi kesuksesan teknik switching ini.

3. Averaging

Averaging atau cost-averaging adalah teknik manajemen resiko yang ekstrim, karena teknik ini mencoba untuk melawan pasar. Ide dasarnya adalah pasar tidak mungkin bergerak ke satu arah untuk selamanya.

Berikut ilustrasi dari averaging:
ilustrasi dari averaging
Teknik ini tidak dianjurkan bagi para trader yang memiliki dana minim, karena teknik averaging ini sangat beresiko.
Artikel terkait: Membangun Money Management Trading

Pengembangan Strategi Averaging

Terdapat tiga teknik yang dikembangkan dari averaging, berikut adalah penjelasannya :

1. Pyramiding

Pyramiding adalah kebalikan dari cost-averaging. Dalam cost averaging posisi terbuka ditambahkan setiap mengalami kerugian, sedangkan dalam pyramiding posisi terbuka tersebut ditambahkan setiap mendapatkan keuntungan.

Berikut ilustrasi dari pyramiding:
Teknik ini efektif jika digunakan saat pasar dalam keadaan trending. Teknik ini tidak efektif bila digunakan saat pasar dalam keadaan sideways.

2. Martingale

Diatas saya katakan bahwa teknik averaging merupakan teknik yang ekstrim, pada teknik martingale ini, adalah teknik yang lebih ekstrim lagi. Dengan teknik ini Anda bukan hanya menambah posisi baru setiap mengalami kerugian, namun juga melipatgandakan jumlah transaksi.

Berikut ilustrasi dari martingale:
ilustrasi dari martingale
Teknik ini lebih efektif jika digunakan saat pasar keadaan sideways.

3. Anti-martingale

Teknik anti-martingale ini mirip dengan teknik pyramiding di atas, tetapi jumlah transaksinya dilipatgandakan setiap penambahan keuntungan. Teknik ini lebih efektif jika digunakan saat pasar dalam keadaan trending.

Berikut ilustrasi dari anti-martingale:
ilustrasi dari anti-martingale

Demikianlah ilustrasi dari berbagai teknik dalam manajemen resiko, semoga dapat membantu anda salam menerapkan strategi trading yang baik. Terima kasih.

Tag : Edukasi Cryptocurrency, Edukasi Forex, bisnis bitcoin, edukasi cryptocurrency.

Untuk mendapat notifikasi artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini :

Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Tuliskan komentar anda dibawah ini.
Tentang SmartPeople.ID Portal Edukasi Bisnis dan Investasi Terlengkap. Selain Sebagai Media Informasi Finansial Terbaik di Indonesia, Melalui Konten Berkualitas dan Bermanfaat Kami Berkomitmen untuk Memandu Anda dalam Memulai Berbagai Bidang Bisnis.

Kategori Terpopuler

Terpopuler Hari Ini